Assalamualaikum Wr. Wb. 

Pada blog kali ini saya akan meng-konfigurasi Static Routing pada mikrotik. Disini saya menggunakan GNS3. 

Static Routing adalah routing yang dilakukan secara manual. Setiap jaringan yang akan dirouting harus dikonfigurasi satu persatu oleh administrator jaringan. Kelebihan dari static routing adalah lebih aman serta tidak memutuhkan sumber daya yang besar.

Sementara kekurangannya adalah apabila terjadi perubahan dalam suatu jaringan, maka administrator harus melakukan routing ulang sehingga sesuai dengan jaringan yang baru.Static routing dikenal lebih aman karena pada static routing tidak ada update informasi tabel routing yang dikirimkan ke router lain.
Source: https://www.diaryconfig.com/2016/01/pengertian-routing.html

Berikut contoh kasus-nya;

Untuk penggambaran konsepnya, bisa lihat topologi berikut

Hal yang pertama saya lakukan adalah setting Hostname pada RB1 dan RB2

Pada RB1 dan RB2 kita setting ip address-nya sesuai dengan topologi. Buat IP yang mengarah ke ether1 sebagai gateway, dan ether2 mengarah ke client/pc.

Selanjutnya setting ip PC1 dan PC2 secara static

Selanjutnya pastikan tiap PC bisa terhubung antar router masing-masing

Jika sudah terhubung selanjutnya kita setting statik routing nya

Selanjutnya kita coba ping antar PC apakah PC1 dengan PC2 sudah bisa saling terhubung atau tidak. 

Sekian pembahasan pada blog kali ini.

Wasalamualaikum Wr. Wb.

Tinggalkan komentar